| 0 komentar ]

Kunjungan Prof. Kobayashi Yatsuko

Di Postingkan Oleh : Muchammad Ibnu Idries Richy

00:05 WIB.6 April 2009.

Pada tanggal 15 maret 2009 sorang pengamat Islam di Indonesia dari negara Jepang Prof. Kobayashi Yatsuko berkunjung ke Pondok Pesantren Hasyim Asy'ari Bangsri, beliau ke pondok pesantren kali ini bertujuan untuk melakanakan tugas pribadinya sebagai pengamat Islam di Indonesia sekaligus untuk bersosialisasi dengan segenap santri di Pondok pesantren tersebut.

Kunjungan beliau kali ini sangat menyedot perhatian para santri perihal diri Yatsuko panggilan akrabnya. Pasalnya beliau telah kurang lebih 30 tahun hidup bersama orang pribumi oleh sebab itu tak khayal kalo Profesor Yasuko ini sudah mahir berbahasa Indonesia mekipun masih blebotan-blebotan karena masih kentalnya lidah beliau dengan logot jepangnya.

Beliau bias sampai ke Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari Bangsri ini berawal dari pertemanan beliau dengan salah satu pengasuh Pondok Pesantren yaitu Hj. Hindun Annisa biasa akrab dipanggil dengan sebutan Neng Hindun oleh para santri. Pertemuan kedua wanita yang hebat itu di Krapyak, Yogyakarta sekaligus membawakan berkah tersendiri bagi segenap santri di Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari Bangsri, karena sebab itu pula para santri bias sedikit lebih tahu tentang dunia di Jepang dan sekaligus pendapat atau tanggaapan dari warga Negara lain tentang Keislaman di Indonesia tercinta kita ini.

PENDIDIKAN DI JEPANG

Dari penjelasan Prof. Kobayashi Yatsuko, pendidikan di jepang sangatlah menjunjung tinggi tingkat kedisiplinan meskipun disana sekolah formal masuk mulai jam 09.00 dan selesai KBM jam 15.30 baik itu tingkat SD, SMP/SLTP maupun tingkat SMA/SLTA. Perbedaan Jepang dengan Indonesia dalam dunia pendidikannya antara lain adalah tidak ada Ujian Nasional untuk kalangan SD, SMP ataupun SMA. UN/UAN hanya ada ditingkatan Universitas atau Perguruan Tinggi itu toh cara dan peraturan testnya ditentukan sendiri oleh sekolahannya atau vakultasnya masing-masing. Akan tetapi tingkat kedisiplinannya sangat tinggi, kata beliau juga telat 5 menit aja Pak Guru udah pasang alis dempet (Marah. red), telat masuk ataupun mbolos jarang sekali mereka lakukan karena mereka sendiri merasa kalau hal itu sangat merugikan diri mereka sendiri, walaupun masih ada yang melakukan hal yang buruk seperti itu, biasalah…namanya ja kenakalan anak sekolah…!!!!!

Pada era global ini masyarakat dunia sedang mengalami gencar-gencarnya Krisis Global. Walau gimanapun yang namanya Negara dunia pasti merasakan hal yang semacam itu, lha wong Amerika sendiri yang notaben masyarakatnya adalah orang-orang yang maju dan negaranya pun termasuk Negara yang seakan-akan bias disebut dengan rajanya dunia. Begitupun halnya dengan jepang, walaupun mereka adalah Negara yang maju juga tetapi krisis global yang telah dialami oleh masyarakat dunia ini tak akan bias lolos dari jepang, di sana juga banyak dijumpai masyarakat miskin, pengangguran, dan lain sebagainya.

Berbicara soal perbandingan ne za…. Dengan Indonesia kita ini. Coba bayangin aja, di Jepang kalo ada wanita yang melahirkan maka sang ayah di berikan bonus berupa cuti kerja tapi hebatnya lagi gaji kerja tidak dipotong sama sekali. Wow….Coba Indonesia kaya’ gitu za…!!!! Tapi aneh dan mesti perlu di tiru walaupun begitu mereka sangat menyayangkan kebijakan tersebut, mereka memilih tetap berkerja karena semacam itu akan menjadikan mereka merasa tertinggal. Hebat nggak tuch….

Berarti apa tujuan mereka bekerja donk, apa cari duit ato cari muka mereka…???Eeits…bukan broo dari keterangan beberapa sumber ne za aku ce lom pernah ke sana, maklum belom punya duitnya. Gini loh…mereka bekerja itu untuk mencari prestasi kerja, mereka berkerja juga mencarai prestasi yang tinggi dalam menjalankan pererjaannya. Mereka beranggapan “apa yang bisa saya berikan untuk Negara bukan apa yang saya bisa ambil dari Negara”, iya ce cari duit, dimana-mana kalo orang bekerja itu za cari duit buat makan dan menuhin kebutuhan sehari-hari. Itulah keunikan jepang.Perlu di contoh nE yang kaya’ gitu……..!!!!!

APAKAH ADA DISKRIMINASI AGAMA DAN WANITA DI JEPANG ?

Inilah sepotong pertanyaan yang diajukan oleh teman kami pada jumpa pers dengan Profesor Kobayashi Yatsuko. Menurut keterang beliau, di jepang tidak ada yang namanya diskriminasi agama maupun diskriminasi wanita karena masyarakat jepang notaben masyarakatnya sangat menjunjung tinggi sosialisme dan mereka saling menghormati satu dengan yang lainnya, jadi kesimpulannya adalah mereka (masyarakat jepang) sangat menghormati sesama, Islam, Kristen, Konghuchu, ada apapun itu.

HASIL PENELITIAN Prof. TENTANG ISLAM DI INDONESIA

Selama 30 tahun lamanya profesor melakukan penelitian di Indonesia tentang budaya dan perkembangan islam di Indonesia. Berprofesi sebagai pengamat tentu donk sering melakukan walking-walking he…he….dan bukan barang langka kao beliau sangat biasa mengerti tentang dunia luar terutama Islam di Indonesia kita tercinta ini, hingga pernah beliau mendapatkan pengalaman unik yang bisa merubah dan memperkuat kepribadian beliau bahkan pengalaman tersebut telah menjadi motto hidup beliau. Gini lho ceritanya boss. pada suatu hari saat Profesor berkunjung ke sebuah pesantren di jawa tengah, beliau bertemu dengan salah seorang Kiyai atau Ulama’ di sana, beliau bertanya “apa yang bias membuat orang menjadi sukses?” kemudia Ulama’ tersebut mejawab, “MANDIRI !” , just for that? Simple banget za…!!! Inilah satu kata yang menjadikan kesuksesan yang tak disangka-sangka oleh beliau.

Demikian sedikit uraian dari kami, semoga kita dapat memetik intisari dari uraian ini.

0 komentar

Posting Komentar