Kunjungan Prof. Kobayashi Yatsuko
Pada tanggal 15 maret 2009 sorang pengamat Islam di Indonesia dari negara Jepang Prof. Kobayashi Yatsuko berkunjung ke Pondok Pesantren Hasyim Asy'ari Bangsri, beliau ke pondok pesantren kali ini bertujuan untuk melakanakan tugas pribadinya sebagai pengamat Islam di Indonesia sekaligus untuk bersosialisasi dengan segenap santri di Pondok pesantren tersebut.
Kunjungan beliau kali ini sangat menyedot perhatian para santri perihal diri Yatsuko panggilan akrabnya. Pasalnya beliau telah kurang lebih 30 tahun hidup bersama orang pribumi oleh sebab itu tak khayal kalo Profesor Yasuko ini sudah mahir berbahasa Indonesia mekipun masih blebotan-blebotan karena masih kentalnya lidah beliau dengan logot jepangnya.
Beliau bias sampai ke Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari Bangsri ini berawal dari pertemanan beliau dengan salah satu pengasuh Pondok Pesantren yaitu Hj. Hindun Annisa biasa akrab dipanggil dengan sebutan Neng Hindun oleh para santri. Pertemuan kedua wanita yang hebat itu di Krapyak,
PENDIDIKAN DI JEPANG
Dari penjelasan Prof. Kobayashi Yatsuko, pendidikan di jepang sangatlah menjunjung tinggi tingkat kedisiplinan meskipun disana sekolah formal masuk mulai jam 09.00 dan selesai KBM jam 15.30 baik itu tingkat SD, SMP/SLTP maupun tingkat SMA/SLTA. Perbedaan Jepang dengan
Pada era global ini masyarakat dunia sedang mengalami gencar-gencarnya Krisis Global. Walau gimanapun yang namanya Negara dunia pasti merasakan hal yang semacam itu, lha wong Amerika sendiri yang notaben masyarakatnya adalah orang-orang yang maju dan negaranya pun termasuk Negara yang seakan-akan bias disebut dengan rajanya dunia. Begitupun halnya dengan jepang, walaupun mereka adalah Negara yang maju juga tetapi krisis global yang telah dialami oleh masyarakat dunia ini tak akan bias lolos dari jepang, di
Berbicara soal perbandingan ne za…. Dengan
Berarti apa tujuan mereka bekerja donk, apa cari duit ato cari muka mereka…???Eeits…bukan broo dari keterangan beberapa sumber ne za aku ce lom pernah ke
APAKAH
Inilah sepotong pertanyaan yang diajukan oleh teman kami pada jumpa pers dengan Profesor Kobayashi Yatsuko. Menurut keterang beliau, di jepang tidak ada yang namanya diskriminasi agama maupun diskriminasi wanita karena masyarakat jepang notaben masyarakatnya sangat menjunjung tinggi sosialisme dan mereka saling menghormati satu dengan yang lainnya, jadi kesimpulannya adalah mereka (masyarakat jepang) sangat menghormati sesama, Islam, Kristen, Konghuchu, ada apapun itu.
HASIL PENELITIAN Prof. TENTANG ISLAM DI
Selama 30 tahun lamanya profesor melakukan penelitian di endapatkan pengalaman unik yang bisa merubah dan memperkuat kepribadian beliau bahkan pengalaman tersebut telah menjadi motto hidup beliau. Gini lho ceritanya boss. pada suatu hari saat Profesor berkunjung ke sebuah pesantren di jawa tengah, beliau bertemu dengan salah seorang Kiyai atau Ulama’ di
Demikian sedikit uraian dari kami, semoga kita dapat memetik intisari dari uraian ini.
0 komentar
Posting Komentar